FASILITAS KEPABEANAN

Bea Cukai Kawal Ekspor Turunan CPO Senilai Rp14,5 Miliar

Asistensi diberikan Ditjen Bea dan Cukai agar produk RI menembus pasar internasional

By | Kamis, 04 Agustus 2022 08:07 WIB

Ilustrasi (foto: Belasting)
Ilustrasi (foto: Belasting)

PAREPARE, BELASTING—Unit vertikal Ditjen Bea dan Cukai di Parepare, Sulawesi Selatan, melakukan asistensi kepada perusahaan yang mengekspor komoditas cangkang sawit sebagai alternatif biomassa.

Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea dan Cukai, Hatta Wardhana mengatakan sedikitnya ada 10.000 MT Cangkang Sawit yang diekspor oleh PT Jambi Semesta Biomassa ke Jepang.

“Nilai devisa ekspor kurang lebih sejumlah US$980.000 [atau setara Rp14,5 miliar] dan tentu menjadi nilai tambah bagi penerimaan devisa negara,” ujarnya dikutip Kamis (4/8/2022).




Hatta menjelaskan terdapat peningkatan permintaan atas ekspor cangkang sawit dalam negeri. Adapun kelebihan cangkang sawit adalah bagian dari sumber daya alam yang mudah diperbarui (renewable).

Menurutnya, sifat renewable mengurangi kekhawatiran akan ketersediaan pasokan. Selain itu, cangkang sawit bisa dipakai sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil, seperti minyak dan batu bara. 

Dia menilai kualitas, kuantitas dan kontinuitas ekspor komoditas tersebut perlu dijaga agar keberlangsungan pasar ekspor cangkang sawit Indonesia tetap baik.



Dia menerangkan petugas Bea dan Cukai Parepare mengirimkan 10.000 MT cangkang sawit melalui pelabuhan Belang-belang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat menuju Jepang.

Sementara itu, Hatta melaporkan unit vertikal DJBC di Meulaboh, Aceh, juga memberangkatkan kapal ekspor dengan muatan Crude Palm Oil (CPO) ke Kakinada, India.

Sayangnya, Hatta tidak menyebutkan jumlah CPO yang dikirimkan ke India beserta nilai ekspornya. Dia menyampaikan sebelum kapal muatan CPO itu berangkat, petugas Bea dan Cukai sudah melakukan pemeriksaan fisik dan uji lab. (das)
 



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :