FASILITAS KEPABEANAN

Bea Cukai Asistensi Ekspor Hasil Laut RI Senilai Rp15,8 Miliar

Asistensi diberikan agar komoditas RI dapat mulus menembus pasar internasional

By | Selasa, 22 November 2022 09:39 WIB

Ilustrasi (foto: Belasting)
Ilustrasi (foto: Belasting)

JAKARTA, BELASTING—Unit vertikal Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) di Ambon, Maluku dan Makassar, Sulawesi Selatan, mendampingi 4 pelaku usaha mengekspor komoditas hasil laut ke mancanegara.

Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Hatta Wardhana mengatakan Bea dan Cukai Ambon mendampingi 3 perusahaan dengan total nilai ekspor produk kelautan sejumlah Rp15,8 miliar.

Hatta menyampaikan Bea dan Cukai Ambon mengasistensi PT Rajawali Laut Timur mengekspor produk perikanan sebanyak 17 ton ke Hongkong. Itu terdiri dari ikan kerapu, kakatua, dan ikan rajabau.




“PT Rajawali Laut Timur mengekspor produk perikanan dengan estimasi devisa negara mencapai US$296.950,5 atau setara dengan Rp4,6 miliar,” ujarnya, dikutip Selasa (22/11/2022).

Selanjutnya, Hatta menjelaskan Bea dan Cukai Ambon juga mengasistensi kegiatan ekspor produk perikanan berupa frozen yellow fin tuna atau tuna sirip kuning milik Harta Samudera dan PT ASTB.

Dia menuturkan Harta Samudra mengekspor sebanyak 2 kontainer dan PT ASTB mengirimkan sebanyak 1 kontainer frozen yellow fin. Keduanya akan mengirim hasil laut tersebut dengan tujuan ke Vietnam.



Hatta menyebutkan nilai ekspor yang diperoleh dari kegiatan ekspor dua perusahaan tersebut sedikitnya US$714.099,18 atau setara Rp11,2 miliar.

Sementara itu, Bea dan Cukai Makassar memberikan asistensi kepada CV Anugerah Global Agriculture. Perusahaan itu ditengarai melakukan ekspor pertama kali untuk produk rumput laut ke Hongkong.

“Geliat ekspor di berbagai wilayah di Indonesia menandakan potensi pelaku usaha yang besar. Bea Cukai akan memberikan informasi dan bantuan dalam hal prosedur bagi pelaku usaha yang akan melakukan ekspor,” kata Hatta. (das)



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :