PENDAPATAN NEGARA

PNBP dari Dividen BUMN Terkumpul Rp35,5 Triliun, Paling Besar BRI dan Telkom

Sektor perbankan dan telekomunikasi pimpin setoran dividen ke kas negara

By | Jum'at, 05 Agustus 2022 10:43 WIB

Ilustrasi gedung Kemenkeu (foto: KLI Kemenkeu)
Ilustrasi gedung Kemenkeu (foto: KLI Kemenkeu)

JAKARTA, BELASTING—Kementerian Keuangan menyampaikan sejak Januari-Juni 2022, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari dividen BUMN terkumpul sejumlah Rp35,5 triliun.

Direktur PNBP SDA dan Kekayaan Negara yang Dipisahkan Ditjen Anggaran, Kurnia Chairi mengatakan PNBP tersebut terdiri dari setoran dividen Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sejumlah Rp24,5 triliun, dan non perbankan sejumlah Rp10,6 triliun.

“Setoran dividen BUMN dari perbankan sudah kita terima sebesar Rp24,5 triliun. Ini berasal dari yang pertama BRI paling besar itu Rp14 triliun, Mandiri menyetorkan Rp8,7 triliun, dan BNI Rp1,6 triliun,” ujarnya dalam media briefing virtual dikutip Jumat (5/8/2022).




Kurnia menyebutkan untuk setoran dividen BUMN dari sektor non perbankan yang paling besar adalah PT Telkom sejumlah Rp7,7 triliun. Lalu ada Pelindo sejumlah Rp1,3 triliun, MIND ID sejumlah Rp900 miliar.

PT Semen Indonesia menyetor dividen senilai Rp522 miliar, Bio Farma senilai Rp150 miliar. Sementara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT INHUTANI, setoran dividen keduanya kisaran Rp150-Rp200 miliar.

Kurnia menerangkan realisasi PNBP kekayaan negara yang dipisahkan yang berasal dari dividen BUMN sangat bergantung pada jadwal pelaksanaan rapat umum pemegang saham (RUPS) BUMN.



Dimana jadwal RUPS tidak tetap setiap tahunnya, dan dividen baru dibayarkan 1 bulan setelah RUPS. Dia mengungkapkan, PT Telkom menyetorkan dividen tahun 2021 di semester II/2022 lantaran baru selesai melaksanakan RUPS.

Kurnia menjelaskan realisasi PNBP dari dividen BUMN yang sejumlah Rp35,5 triliun itu sudah mencapai 95,7% dari target. Adapun target yang telah ditetapkan dalam Perpres 98/2022 senilai Rp37 triliun.

“Target kita kan sekitar Rp37 triliun, kita masih tunggu setoran dividen dari Pertamina yang saat ini sudah selesai laksanakan RUPS. Nah, mungkin dengan setoran dari Pertamina target akan terpenuhi,” kata Kurnia.



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :