KEBIJAKAN EKONOMI

Airlangga Masih Pede Target Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tercapai

Target 5,2% dinilai masih dalam jangkauan pemerintah

By | Jum'at, 05 Agustus 2022 19:27 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, BELASTING—Pemerintah mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai target 5,2% pada akhir tahun fiskal 2022.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan target tersebut bisa tercapai dengan 3 catatan. Pertama, pengendalian pandemi terus dilaksanakan secara disiplin.

Kedua, respon kebijakan ekonomi yang tepat. Airlangga menerangkan koordinasi antara fiskal dan moneter perlu dijalankan dengan baik. Terakhir, melakukan reformasi struktural guna meningkatkan ketersediaan lapangan kerja.




“Tentu ada beberapa tantangan ke depan, terkait Covid-19, masalah geopolitik, perubahan iklim,” ujarnya dalam Konpers, Jumat (5/8/2022).

Airlangga menyebutkan ada tantangan lain juga yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Diantaranya terkait krisis energi global dan keterbatasan pasokan energi, peningkatan inflasi global.

Dia menjelaskan tantangan kenaikan inflasi global diakibatkan peningkatan permintaan konsumen dan harga energi yang sangat mahal. Ada juga tantangan yang berkenaan dengan normalisasi suku bunga di negara maju. Terakhir, disrupsi rantai pasok.



Airlangga menyampaikan ada 6 upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan dan target outlook tahun 2023 yang sebesar 5,3%

Pertama, mengadakan pelonggaran mobilitas masyarakat guna mendorong konsumsi. Kedua, mendorong daya beli masyarakat dan memberi bantuan sosial. Ketiga, menahan kenaikan harga pangan dan energi.

Untuk diketahui, tahun ini pemerintah sudah melakukan pengadaan subsidi dan kompensasi untuk menahan kenaikan harga dengan pagu sejumlah Rp502,4 triliun. 

Keempat, pemberian program kartu pra kerja. Airlangga menyebutkan terhitung hingga 1 Agustus 2022 terdapat sebanyak 13,7 juta penerima kartu pra kerja. 

Kelima, mendorong sektor UMKM dengan meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Sampai saat ini, terdapat penyaluran KUR sejumlah Rp373,17 triliun. Terakhir, melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Menurut Airlangga keberhasilan itu didukung oleh BI yang menahan kenaikan suku bunga, sehingga permintaan kredit masih meningkat, serta kebijakan perpanjangan restrukturisasi kredit dari OJK. (das)



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :