KINERJA INVESTASI

Arus Modal Asing Dominasi Kegiatan Investasi, Ini Kata Bahlil Lahadalia

PMA masih menjadi kontributor utama realisasi investasi

By | Selasa, 24 Januari 2023 18:02 WIB

ilustrasi (foto: istimewa)
ilustrasi (foto: istimewa)

JAKARTA, BELASTING—Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melaporkan penanaman modal asing (PMA) telah mendominasi nilai investasi sepanjang 2022.

Bahlil menyebutkan total investasi yang berasal dari PMA atau foreign direct investment (FDA) sejumlah Rp654,4 triliun. Dia menerangkan nilai PMA itu tumbuh sebesar 44,2% dibandingkan PMA 2021. Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) terealisasi sejumlah Rp552,8 triliun.

“Di tengah kegelapan ekonomi global, PMA yang masuk ke Indonesia masih tetap tumbuh sebesar 44,2%. Realisasi PMA tumbuh itu adalah dampak dari kebijakan pemerintahan Jokowi, sekaligus melahirkan trust bagi para investor yang masuk ke Indonesia,” ujarnya dalam Konpers, Selasa (24/1/2023).




Selanjutnya, Bahlil memaparkan persebaran investasi PMA dan PMDN pada Januari-Desember 2022. Dia menyebutkan masing-masing ada 5 provinsi yang masuk dalam daftar dengan suntikan modal terbesar.

Untuk PMA, Sulawesi Tengah menempati provinsi dengan nilai investasi tertinggi, yaitu US$7,5 miliar. Kemudian disusul oleh Jawa Barat dengan nilai investasi sejumlah US$6,5 miliar, Maluku Utara senilai US$4,5 miliar, DKI Jakarta senilai US$3,7 miliar, and investasi asing di Banten senilai US$3,4 miliar.

Bahlil juga menyampaikan daftar 5 negara yang menanamkan modal asing ke Indonesia. Dia menyebut Singapura masih menjadi negara penyuntik PMA nomor satu dengan investasi senilai US$13,3 miliar.



Dia pun memerinci keempat negara PMA lainnya. Itu terdiri dari RRT senilai US$8,2 miliar, lalu Hong Kong senilai US$5,5 miliar, Jepang senilai US$3,6 miliar, dan Malaysia dengan PMA senilai US$3,3 miliar.

Selanjutnya untuk PMDN, DKI Jakarta menjadi tempat favorit investor domestik dengan nilai investasi sejumlah Rp89,2 triliun. Lalu disusul dengan investasi di Jawa Barat senilai Rp80,8 triliun, Jawa Timur senilai Rp65,4 triliun, Riau senilai Rp43,1 triliun, dan Kalimantan Timur senilai Rp39,6 triliun.

Secara keseluruhan, realisasi investasi sepanjang 2022 berada di angka Rp1.207,2 triliun. Adapun angka itu terealisasi sebesar 100,6% atau telah melebihi taget 2022 yang dipatok senilai Rp1.200 triliun.

“Target Bapak Presiden kepada kami di Kementerian Investasi Rp1.200 triliun. Pada awalnya banyak orang pesimis terhadap target tersebut, dan alhamdulilah kita bisa capai Rp1.207,2 triliun,” kata Bahlil. (das)



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :