SEKOLAH KEDINASAN

Mahasiswa STAN Diminta Tak Alergi dengan Mutasi dan Rotasi

Tour of Duty jadi istilah yang sudah ditanamkan kepada calon pegawai otoritas fiskal

By | Senin, 25 Juli 2022 14:21 WIB

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tangkapan layar)
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tangkapan layar)

JAKARTA, BELASTING—Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengutarakan penugasan semasa kuliah dan bekerja perlu dimaknai guna meningkatkan inklusifitas dan inovasi.

Wamenkeu Suahasil menyampaikan Kementerian Keuangan juga menerapkan hal itu. Menteri Keuangan, sambungnya, kerap mengadakan pemutaran penugasan atau tour of duty untuk para eselon I Kemenkeu.

Ini disampaikan Wamenkeu Suahasil dalam kuliah umum bertema ‘Kepemimpinan Inklusif Sektor Publik’ dihadapan mahasiswa PKN STAN, pada Senin (25/7/2022).




“Kita cari kepemimpinan yang selalu mencari terobosan-terobosan atau breakthrough baru,” ujarnya.

Suahasil menceritakan setelah para eselon I ditugaskan di tempat yang berbeda, kemudian diadakan evaluasi. Beberapa pemangku jabatan itu datang membawa gagasan yang baru untuk diterapkan.

Ia menilai jika masing-masing orang memaknai penugasan dengan baik, maka itu akan memberikan gaya kepemimpinan dan tambahan sinergi guna meningkatkan inklusifitas dan profesionalisme.



Selain itu, ia beranggapan bahwa dengan adanya inklusifitas dan profesionalisme dalam bekerja, keduanya bisa dipakai untuk memperbaiki pelayanan serta integritas. Terutama dalam bidang pelayanan sektor publik.

Suahasil berpesan pada mahasiswa PKN STAN bahwa berkarir sebagai pengelola keuangan negara itu tidak mudah dan banyak dimensi pekerjaannya. 

Calon penerus kepemimpinan akan ditempatkan di berbagai macam dimensi pekerjaan, dan dituntut untuk memahami banyak hal. Itu sebabnya aspek profesionalisme dan inklusivitas dibutuhkan, kata Suahasil, terlebih saat menjadi pemimpin. 

Suahasil menyebutkan Kementerian Keuangan mempunyai berbagai alat yang bisa dipakai untuk mengelola kinerja, melaksanakan kode etik, pengawasan disiplin, karir, serta mengembangkan kompetensi pegawainya. Namun esensi penggunaan alat tersebut ada di masing-masing pribadi. 

“Jadilah pimpinan dari diri Anda sendiri, menjadi pimpinan dari organisasi, struktur, lingkungan tempat Anda ditempatkan,” tutur Wamenkeu. (das)
 



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :