PENERIMAAN PAJAK

77,2% Kantor Pajak Sudah Penuhi Target 2022

Sebagian besar unit vertikal DJP sudah penuhi target per akhir Oktober 2022

By | Kamis, 24 November 2022 17:35 WIB

Ilustrasi (foto: Belasting)
Ilustrasi (foto: Belasting)

JAKARTA, BELASTING—Ditjen Pajak (DJP) mencatat hingga saat ini ada 272 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang telah memenuhi target penerimaan pajak.

Hal itu diungkapkan Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam konferensi pers APBN Kita edisi November secara daring, pada Kamis (24/11/2022). Pencapaian tersebut setara 77,2% kantor pajak sudah memenuhi target yang ditetapkan tahun ini.

“Dapat saya sampaikan update, ada 272 dari 352 KPP sebetulnya yang sampai hari ini sudah memenuhi target penerimaan yang kami embankan,” ujarnya.




Terhitung hingga 31 Oktober 2022, penerimaan pajak sudah terkumpul sejumlah Rp1.448.2 triliun. Angka itu mencapai 97,5% dari target dalam Perpres No.98/2022 yang sejumlah Rp1.485 triliun.

Sementara outlook penerimaan pajak tahun 2022 dipatok lebih tinggi lagi, yaitu senilai Rp1.608 triliun. Menanggapi hal itu, Suryo menuturkan pihaknya akan berusaha maksimal mengumpulkan penerimaan dalam 2 bulan menjelang tutup tahun.

“Sampai dengan akhir Oktober sudah ketemu di angka Rp1.448 triliun, jadi istilahnya masih ada sekitar Rp160 triliun yang harus dikumpulkan,” kata Suryo.



Secara terperinci, ada 2 pos penerimaan yang sudah mencapai target, yaitu PPh nonmigas dan PPh migas. PPh nonmigas terealisasi Rp784,4 triliun atau sebesar 104,7% dari target, sedangkan PPh migas terkumpul Rp67,9 triliun atau 105,1% dari target.

Kemudian untuk PPN dan PPnBM hingga akhir Oktober 2022 sudah terkumpul Rp569,7 triliun atau 89,2% dari target. Lalu setoran PPB dan pajak lainnya sejumlah Rp26 triliun atau 80,6% dari target.

Berdasarkan catatan Belasting, ada 3 narasumber Belasting yang mengatakan bahwa penerimaan pajak nasional per November 2022 telah mencapai target. Namun saat dikonfirmasi, otoritas tidak menanggapi dan hanya membeberkan jumlah penerimaan secara resmi disampaikan menteri keuangan dalam rilis APBN Kita. (das)



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :