ADMINSTRASI PAJAK

Menkeu Prediksi Setoran Pajak Digital Makin Penting ke Keuangan Negara

Pajak dari pelaku di ranah daring akan makin krusial ke depannya dengan digitalisasi yang berlanjut

By | Kamis, 24 November 2022 19:01 WIB

Ilustrasi (foto: Istimewa)
Ilustrasi (foto: Istimewa)

JAKARTA,BELASTING - Kontribusi pembayaran pajak dari pelaku ekonomi digital akan makin penting dalam menopang struktur penerimaan pajak nasional.

Menkeu Sri Mulyani mengatakan nominal penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dari perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) konsisten terus meningkat. Makin meningkatnya ekonomi digital diharapkan bergerak paralel dengan kinerja penerimaan pajak.

"Jika transformasi digital akan menjadi makin mainstream, maka kita mengharapkan PPN yang dipungut oleh para pengelola platform ini akan menjadi lebih penting," katanya dalam Konpers APBN Kita, Kamis (24/11/2022).




Menkeu menjabarkan total penerimaan PPN PMSE sejak berlaku pada pertengahan 2020 mencapai Rp9,17 triliun. Gerak penerimaan konsisten meningkat sejak awal penerapan kebijakan.

Pada 2020 PPN PMSE hanya terkumpul Rp730 miliar dengan implementasi mulai Juli hingga Desember 2020. Kemudian pada tahun fiskal 2021 realisasi PPN PMSE naik menjadi Rp3,90 triliun.

Periode Januari-Oktober 2022, penerimaan PPN PMSE ke kas negara sudah melampaui kinerja tahun lalu dengan setoran sejumlah Rp4,54 triliun.



Peningkatan nomimal didukung makin banyaknya perusahaan digital luar negeri yang ditunjuk DJP sebagai pemungut dan penyetor PPN PMSE.

Pada tahun pertama penerapan, 51 perusahaan digital ditunjuk sebagai pemungut dan penyetor PPN PMSE. Pada 2021 jumlah pemungut PPN PMSE yang ditunjuk bertambah 43 perusahaan.

Pada tahun ini hingga akhir Oktober 2022, sebanyak 37 perusahaan digital baru ditunjuk sebagai pemungut pajak digital atas layanan yang dinikmati oleh konsumen domestik Indonesia. (das)



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :