KEBIJAKAN PAJAK

Setoran Pajak 117% Target, Ini 4 Strategi Kanwil DJP Jakarta Barat

Upaya baru dilakukan unit kerja DJP dalam mengamankan setoran pada 2023

By | Selasa, 24 Januari 2023 17:11 WIB

Kepala Kanwil DJP Jakarta Barat, Suparno (kiri) (foto: P2 Humas Kanwil DJP Jakbar)
Kepala Kanwil DJP Jakarta Barat, Suparno (kiri) (foto: P2 Humas Kanwil DJP Jakbar)

JAKARTA,BELASTING - Realisasi penerimaan pajak di Kanwil DJP Jakarta Barat pada tahun lalu mencapai Rp59,6 triliun.

Kepala Kanwil DJP Jakarta Barat, Suparno mengatakan realisasi tahun lalu setara 117,38% dari target yang ditetapkan senilai Rp50,7 triliun. Kinerja penerimaan pajak tumbuh sebesar 36,05% dibandingkan tahun fiskal 2021.

"Kontribusi penerimaan ditopang oleh sektor perdagangan sebesar 45% dan industri pengolahan sebesar 18%. Adapun sektor-sektor lain memberikan kontribusi yang relatif lebih kecil," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/1/2023).




Suparno menjelaskan 4 pilar kunci Kanwil DJP Jakbar mengamankan penerimaan pajak pada 2022. Pilar pertama adalah jumlah wajib pajak yang melakukan pembayaran meningkat.

Dia menjelaskan peningkatan jumlah wajib pajak yang melakukan pembayaran diukur berdasarkan indikator coverage ratio/CR antara jumlah wajib pajak bayar terhadap wajib pajak terdaftar.

Kedua, keteraturan wajib pajak bayar meningkat. Upaya pengawasan pembayaran masa yang mendorong wajib pajak membayar teratur sesuai dengan jenis kewajiban pajaknya (payment of compliance).



Ketiga, kewajaran wajib pajak bayar meningkat. Pilar ini dilakukan dengan upaya pengawasan kepatuhan material agar wajib pajak membayar wajar sesuai dengan keadaan yang sebesarnya (strength of figure).

Keempat, kenaikan jumlah wajib pajak terdaftar sebagai hasil upaya edukasi dan penyuluhan. Kemudian ditambah dengan upaya ekstensifikasi untuk meningkatkan jumlah wajib pajak dan pengusaha kena pajak (PKP) terdaftar.

"Sebagai enabler tool 4 pilar dilakukan inisiatif menggunakan an aplikasi Engine090 dan Badak (Pengayaan Basis Data Perpajakan) dalam kegiatan edukasi dan penyuluhan, pengawasan (intensifikasi dan ekstensifikasi), pemeriksaan, penilaian dan penagihan," ulasnya.

Selain itu, pada tahun ini proses bisnis baru dalam upaya mengamankan penerimaan adalah dengan pembentukan Komite Kepatuhan. Komite ini bertugas merencanakan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan peningkatan kepatuhan wajib pajak termasuk tata kelola teknologi informasi dan komunikasi serta data wajib pajak.

"Salah satu strategi pengamanan penerimaan pajak tahun 2023, sesuai amanah Dirjen Pajak, Kanwil DJP Jakarta Barat telah membentuk Komite Kepatuhan," tambahnya. (das)



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :