INVASI RUSIA KE UKRAINA

Biden Umumkan Beri Bantuan Militer ke Ukraina Senilai US$270 Juta

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani paket bantuan militer US$270 juta ke Ukraina

By | Sabtu, 23 Juli 2022 16:41 WIB

Presiden Amerika Serikat Joe Biden (foto: Anadolu Agency)
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (foto: Anadolu Agency)

WASHINGTON, BELASTING—Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani paket bantuan militer senilai US$270 juta untuk Ukraina.

Paket tersebut mencakup US$100 juta untuk 580 drone Phoenix Ghost baru yakni drone bunuh diri yang dikembangkan secara internal oleh Angkatan Udara, dan sekitar USD170 juta, yang merupakan transfer peralatan persenjataan AS. 

Dalam paket tersebut termasuk 4 Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) jarak jauh baru, yang saat ini telah digunakan militer Ukraina untuk menyerang jaringan pasokan Rusia dan pusat komando dan kendali di Ukraina timur dan selatan.




Sekitar 36.000 peluru artileri juga dikirim ke Ukraina untuk mempersenjatai sistem Howitzer yang dipasok sebelumnya, dan AS mengirimkan sistem anti-armor tambahan.

"AS kini telah memberi Ukraina bantuan lebih dari USD8,2 miliar sejak Biden menjabat," menurut Gedung Putih, dikutip Sabtu (23/7/2022).

Sebelumnya, AS akan mengirimkan sejumlah jet tempur canggih ke Kyiev untuk membantu persenjataan Ukraina. Namun, 
akhirnya AS mengganti bantuan dengan perlengkapan senjata canggih lainnya.



Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan Pentagon mencapai keputusan untuk tidak mengirim pesawat dalam waktu dekat.

“Ini tidak akan menjadi sesuatu yang akan dapat mereka lakukan dengan segera, atau bahkan dalam jangka pendek, karena mengintegrasikan dan mengoperasikan segala jenis pesawat, terutama pesawat tempur canggih, dengan sensor dan sistem yang kompleks, dan kemampuan senjata, itu usaha yang sulit," kata John Kirby.

“Ada beberapa pertimbangan eksplorasi, dan Anda harus memikirkan hal-hal seperti pelatihan, pemeliharaan, yang akan dibutuhkan pesawat ini,” kata Kirby, menekankan bahwa Pentagon sedang mempertimbangkan penyediaan pesawat AS, bukan bekas jet Soviet.

Menariknya, penandatanganan bantuan ini dilakukan justru ketika ada kesepakatan antara Ukraina dan Rusia terkait pengiriman Gandum yang merupakan komoditas utama dari Ukraina. (sds) 



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :