KEBIJAKAN PEMERINTAH

Belajar dari Inggris, Jokowi Minta Para Menteri Tak Buat Blunder Kebijakan

Inggris jadi contoh salah buat pilihan kebijakan miliki konsekuensi politis

By | Senin, 21 November 2022 15:35 WIB

Presiden Joko Widodo (foto: Setkab RI)
Presiden Joko Widodo (foto: Setkab RI)

JAKARTA,BELASTING - Presiden Joko Widodo menyatakan pembuatan kebijakan dengan situasi ketidakpastian ekonomi perlu dilakukan secara cermat dan hati-hati.

Presiden Jokowi menjelaskan pentingnya pada menteri mengambil pelajaran dari Inggris. Ditengah situasi ekonomi yang tidak pasti, arah kebijkan pemerintah perlu dihitung berulang kali dampaknya.

"Begitu salah sedikit, bisa berdarah-darah dan itu sudah ada contohnya. Saya kira Saudara-Saudara tahu di Inggris karena salah sedikit kebijakan, salah membuat policy, hasilnya bisa ke mana-mana. Inilah yang kita tidak mau," katanya dalam Musyawarah HIPMI pada Senin (21/11/2022).




Presiden mengungkapkan upaya menjaga stabilitas menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran kabinet. Menurutnya, kalkulasi matang berlaku untuk hampir seluruh lapisan kebijakan.

Utamanya yang berdampak ke masyarakat luas. Hal tersebut wajib menjadi orientasi para menteri dalam merumuskan kebijakan pemerintah hingga akhir masa jabatan pada 2024.

"Jadi, saya selalu berpesan kepada seluruh menteri, hati-hati membuat kebijakan dalam posisi yang sangat rentan seperti ini. Jangan keliru, jangan salah. Utamanya yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak," terangnya.



Selain itu, dia berpesan agar tensi politik bisa dikelola dengan baik. Para kandidat yang berpotensi turun gelanggang pada 2024 ikut berperan menjaga stabilitas ekonomi dengan menjaga tensi politik.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpesan agar Pemilu 2024 menjadi ajang pertarungan ide dan gagasan dalam melakukan pembangunan. Politik identitas dalam bentuk SARA bukan jadi pilihan dalam mencari pemimpin pada 2024.

"Inilah yang sekali lagi saya ingatkan kepada para capres dan cawapres untuk membawa suasana politik kita menuju 2024 itu betul-betul paling banter hangat sedikit, syukur bisa adem. Debat silakan, debat gagasan, debat ide membawa negara ini lebih baik, silakan, tapi jangan sampai panas, apalagi membawa politik-politik SARA, tidak, jangan," tegas Jokowi. (das)



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :