KEBIJAKAN PAJAK INTERNASIONAL

200 Orang Miliarder Ini Sukarela Minta Dipajaki Lebih Tinggi

Kelompok jutawan asal AS, Patriotic Millionaires serukan pajak kekayaan di World Economic Forum

By | Kamis, 19 Januari 2023 17:31 WIB

ilustrasi (foto: istimewa)
ilustrasi (foto: istimewa)

DAVOS, BELASTING—Ada lebih dari 200 orang jutawan menyuarakan dalam World Economic Forum di Davos, Swiss, tentang pentingnya membebani pajak kekayaan bagi para crazy rich guna mengurangi ketimpangan.

Kelompok jutawan itu berpendapat selama ini orang kaya tidak membayar pajak secara adil. Hal itu membuat orang kaya menjadi lebih kaya, sementara ketidaksetaraan terus meningkat di seluruh dunia. Aktor pemeran Hulk di Studio Marvel, Mark Ruffalo dan pewaris Disney, Abigail Disney ikut ambil bagian dalam gerakan yang terdiri dari ratusan orang dengan kekayaan super melimpah.

“Semua mendiskusikan cara memecahkan permasalah di dunia, tapi delegasi di Davos justru menolak untuk berdiskusi tentang satu hal yang memberikan dampak nyata, yaitu mengenakan pajak kekayaan kepada orang kaya,” ungkap Abigail, dikutip Kamis (19/1/2023).




Oleh karena itu, Abigail Disney menyampaikan dia dan 200 jutawan lainnya telah menandatangani petisi yang menyuarakan bahwa pemerintah perlu mengenakan pajak kekayaan alias taxing the ultra rich.

Surat petisi itu berisi suara kelompok jutawan yang meminta pemerintah memberi pajak progresif. Itu mencakup pajak kekayaan sebesar 2% untuk orang dengan kekayaan bersih di atas US$5 juta. Kemudian 3% untuk orang dengan kekayaan di atas US$50 juta, dan 5% untuk kekayaan di atas US$1 miliar.

Namun menurut Abigail, perjalanan menunjukkan aspirasi tersebut tidaklah mulus. Dia menuturkan banyak peserta atau delegasi di Davos yang enggan membahas pengenaan pajak bagi orang kaya.



Sementara itu, ada juga kelompok lain yang memberikan aspirasinya. Anggota parlemen dari 7 negara bagian Amerika Serikat berencana mengenalkan regulasi baru terkait kenaikan pajak bagi orang kaya pada tingkat negara bagian.

Adapun ketujuh negara bagian itu terdiri dari California, Connecticut, Hawaii, Illinois, Maryland, New York, dan Washington. Rencananya, usulan regulasi pajak terbaru itu akan diumumkan pada pekan ini.

“Dorongan untuk membebani pajak yang lebih tinggi pada orang kaya muncul karena AS menuju krisis ekonomi dan utang negara sudah mencapai batas atas, yaitu senilai US$31,4 triliun,” jelasnya dilansir cbsnews.com.

Diketahui angka utang itu berasal dari pinjaman pemerintah untuk membiayai berbagai program. Seperti pemberian bantuan sosial, hingga mendanai anggaran militer dan belanja infrastruktur.

Kini jumlah utang AS kian membengkak dari US$24 triliun, sejak pemotongan pajak Presiden Donald Trump pada 2017. Di mana pemotongan pajak itu justru mengurangi beban pajak orang kaya dan perusahaan. (das)



KOMENTAR

Silahkan berikan komentar dengan baik

Tulis Komentar Anda :